Aliran Sesat Panjalu Siliwangi Pajajaran Resahkan Warga

Warga Kampung Pasir Peuteuy, RT 3 RW 1, Desa Karya Mekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dibuat resah dengan keberadaan aliran sesat Panjalu Siliwangi Pajajaran yang dipimpin Romo Agus Sukarna. Berdasarkan hasil musyawarah, warga pun meminta Agus Sukarna angkat kaki dari kampung tersebut.

Dari data kepolisian kepolisian mengungkapkan, musyawarah dihadiri musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) di aula Kecamatan Cariu, Jumat 3 Juni malam, sekitar pukul 19.30 hingga 21.00 WIB. Beberapa tokoh ulama dari pesantren di sekitar Desa Karya Mekar, dan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cariu ikut serta dalam musyawarah tersebut.

"Tadi malam yang bersangkutan diundang dalam musyawarah bersama tokoh-tokoh ulama di kecamatan. Ia beserta keluarga bersedia pindah dari Kampung Pasir Peuteuy, " ungkap Jaji.

Jaji juga mengatakan bahwa Romo Agus Sukarna pindah ke Kampung Pasir Peuteuy sekitar dua tahun lalu. Agus membuka pengobatan spiritual kampung tersebut.

"Ramenya sekarang-sekarang. Tadi pagi saya dapat informasi yang bersangkutan sudah pindah, tapi belum tahu pindah ke mana. Berdasarkan kesepakatan musyawarah, yang penting pindah dulu. Persoalan administratif bisa diurus belakangan," kata Jaji.

Dari keterangan Kapolsek Cariu Komisaris Polisi Bektiyana, lokasi sekitar tempat kediaman Agus dalam keadaan kondusif. Agus bersedia pindah dari Kampung Pasir Peuteuy. "Yang bersangkutan juga sadar," ujar Bekti.

Aktivitas aliran Panjalu Siliwangi Pajajaran sempat muncul pada 2012 silam yaitu di Kampung Lemahduhur, RT 03/01, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Saat itu, MUI menegaskan bahwa aliran yang dibawa Agus sesat. Agus dan beberapa anggota alirannya sempat menyatakan taubat. Bersama keluarga, ia meninggalkan rumah dan pindah ke Cariu.

(Sumber metrotvnews)

Comments

Popular posts from this blog

5 Makhluk ALLAH Yang Ada Di Dunia Tampa Induk (Ayah/Ibu)

Setelah ALLAH Tenggelamkan Seisi Dunia, Inilah Penduduk Pertama Kota Mekkah

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar, Kelebihan Dan Ciri Cirinya